Selasa, 14 Februari 2017

SOLUSI PROBLEMATIKA HIDUP DENGAN cara memohon pertolongan Allah

A.Dasar keyakinan doa dan ijabah

#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ  
186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.



B. Sabar  dan sholat   adalah alat  minta tolong



$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ  
153. Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.


[99] Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.



(#qãZŠÏètFó$#ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 $pk¨XÎ)ur îouŽÎ7s3s9 žwÎ) n?tã tûüÏèϱ»sƒø:$# ÇÍÎÈ 
 
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
tûïÏ%©!$# tbqZÝàtƒ Nåk¨Xr& (#qà)»n=B öNÍkÍh5u öNßg¯Rr&ur Ïmøs9Î) tbqãèÅ_ºu ÇÍÏÈ  

46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
;;;
 ,45,46,153;Albaqoroh



Rabu, 04 Januari 2017

Makna pekerjaan bagi manusia

Oleh siti hasanah sri
Guru BK smkn 7 Palembang

Materi layana informasi  bimbingan karir  klas X


1.Dasardasar  kwajiban bekerja
A. dasar 2 religius/kemanusiaan
B. dasar2  psikologis
C dasar2 sosiologis
D dasar2 ekonomi

* Dasardasar religius
Manusia wajib bekerja  atas perintah agama
Manusia memperhatikan apa yang tlah dilakukan hari ini utk hari esok.(Al Hasyr:18)
Bekerjalah  semaksimal mungkin Biarlah  Allah dan Rasul dan orang yang beriman  menilai
Setiap orang  tidak pernah  memperoleh selain apa yang diusahakannya .(Annajm:39
Ayat diatas berimplikasi pada manusia diciptakan tlah didesain  jiwa dan raganya untuk bekerja.

*Dasar-dasar psikologis
Manusia telah diciptakan  untuk berbuat melakukan sesuatu,di alam semesta. Dan memiliki rasa puas , syukur dan bahagia pabila telah melakukan  amalan solihan  diantaranya bekerja. Sebaliknya mansia akan menderita bila menganggur.   Manusia telah diciptakan  untuk berbuat melakukan sesuatu untuk kebaikan dirinya,orang disekitarnya ,dan alam semesta.(Khalifatullah)
Bekerja  adalah pernyataan eksistensi manusia
Dengan bekerja manusia mengembangkan diri, memperoleh kematangan , kecerdasan ,keterampilan , kepuasan, dan harga diri.
Bekerja menghindarkan manusia dari gangguan kejiwaan ( hasil penelitian psikologi pemicu bunuh diri pengangguran adalah no 2 setelah kehilangan orang-orang terkasih)

*Dasar dasar sosiologis
Manusia mampu membangun kehidupan sosial yang lebih sehat. (bekerja sama , bertoleransi, memberi ,menerima, berempati,bertanggung jawab dan disiplin, saling menjamin)
Manusia dibebani  orang-orang  yang menjadi tanggung jawabnya.
Dengan bekerja manusia berhak atas  untuk dibayar upah, jasa, dan apa yang menyangkut atas haknya.
Manusia bekerja adalah wajib , melakukannya bernilai ibadah

* Dasar-dasar ekonomi
Bekerja  akan menghasilkan produk dan jasa Produk dan jasa yang akan  mendatangkan keuanganan  dan tentulah memperkuat
ekonomi seseorANG









Jumat, 23 Desember 2016

tugas perkembangan siswa smkn 7 palembang

1tugas perkembangan siswa smkn 7 palembang
   1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Mencapai kematangan pertumbuhan jasmani dan rohani yang sehat
3.    Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagi pria dan wanita
4.    Mencapai kematangan berpikir dan mengembangkan kemampuan umum
5.    Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni dan kreasi sesuai dengan program kurikullum dan aspirasi karir dan/atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi
6.    Mencapai kematangan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat luas dalam hubungan interpersonal dan mengembangkan kecerdasan emosi
7.    Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
8.    Mencapai kemandirian pilihan karir sesuai potensi yang dimiliki

9.    Mengembangkan kematangan dalam sistem etika, nilai dan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.

Rabu, 16 November 2016

umi


lembar catatan fakta bimbingan dan konseling

LEMBAR  CATATAN FAKTA
HASIL PENGAMATAN dan PEMANTAUAN
PROSES LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(mohon diisi dengan tulisan tangan dengan jelas)
Nama guru yang dinilai
:

Peg ID /NUPTK
:

Penilai
:

Tanggal Pemantauan
:

Kelas/layanan
:


Catatan fakta sebelum pengamatan
(Catatan semua hasil diskusi /wawancara sebelum dilakukan pengamatan layanan)




Dokumen dan bahan
Lain yang diperiksa



1. Dokumen penugasan siswa asuh         10. Catatan kolaborasi & komunikasi
2. Program BK komprehensif                  11. Akumulatif rekod (kumpulan       
   (tahunan & semesteran)                                data)      
3. Data kebutuhan siswa                          12. Dokumen assesmen  dan                   
4. Agenda kerja BK                                       instrumentasi
5. Satuan layanan &pendukung               13.  Dokumen kearsifan
6. Daftar siswa Asuh                                       pengembangan profesi
7. Dukumen pelaksanaan harian layanan 14. Penilaian dan tindak lanjut
    (klasikal,kelompok, individual)
8.Catatan Konseling                                  15. Media dan alat layanan
9. Dokumen materi layanan                      16. Dokumen sarana dan biaya                  
   


Tindak lanjut yang diperlukan


Jumat, 05 Agustus 2016

manusia serba dimensi

http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/15/01/29/nixco725-makhluk-serba-dimensi18.3.2015
Makhluk Serba Dimensi
Thursday, 29 January 2015, 13:00 WIB
Dalam Alquran manusia berulang kali diangkat derajatnya dan berulang kali juga direndahkan. Manusia dinobatkan jauh mengungguli alam, surga, bahkan malaikat, tetapi pada saat yang sama mereka tak lebih berarti dibandingkan dengan setan terkutuk dan binatang melata sekalipun. Manusia dihargai sebagai khalifah dan makhluk yang mampu menaklukkan alam (taskhir) . Namun, posisi ini bisa merosot ke tingkat "yang paling rendah dari segala  yang rendah" (asfala safilin).    

Gambaran kontradiktif menyangkut keberadaan manusia itu menandakan bahwa makhluk yang namanya manusia itu unik, makhluk yang serba dimensi, ada di antara predisposisi negatif dan positif. Manusia bisa berada pada predisposisi positif bila ia mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik di permukaan bumi ini dan tidak menyalahi ketentuan yang telah dibuat oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW lewat Alquran. Dan, sebaliknya manusia yang berada pada predisposisi negatif merupakan mereka-mereka yang tidak mengindahkan peraturan dan ketentuan serta cenderung memperturutkan hawa nafsunya.

Setidaknya, ada delapan predisposisi negatif manusia dalam Alquran yang harus kita ketahui.
1.        Pertama, manusia an’am (seperti binatang ternak). Manusia diberi hati, mata, dan telinga untuk mengenal tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi jika tidak digunakannya maka sama saja ia tidak mempunyai potensi tersebut. (QS al-A’raaf [7]: 179).2.
2.       Kedua, manusia kalb (seperti anjing). Allah berikan hawa nafsu kepada manusia agar kehidupan manusia menjadi dinamis. Dengan nafsu, manusia mempunyai cita-cita, keinginan untuk kawin, bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan, makan dan minum, dan sebagainya. Nafsu perlu dikendalikan dan dikawal bukannya dituruti sepenuhnya seperti binatang.(QS al-A’raaf [7]: 176).
3.       Ketiga, manusia qird (seperti kera). Mereka yang tidak beramal saleh dan fasik mendapat balasan yang lebih buruk, yaitu dikutuk dan dimurkai oleh Allah. (QS al-Maidah [5]: 60).
4.       Keempat, manusia khinzir (seperti babi). Dalam ayat 160 surah al-Maidah seperti di atas juga menyebut perumpamaan seperti babi terhadap orang-orang fasik. Babi merupakan makhluk yang diharamkan oleh Allah untuk memakannya dan ia memiliki berbagai karakter yang tidak baik. Manusia bagaikan babi adalah manusia yang memiliki berbagai karakter yang tidak baik. (HR Ats-Tsauri).
5.       Kelima, manusia hijarah (seperti batu). Mereka yang keras hatinya sehingga ingkar dan tidak mau menerima perintah Allah diumpamakan seperti batu, bahkan lebih keras lagi. (QS al-Baqarah [2]: 74).
6.       Keenam, manusia ankabut (seperti laba-laba). Manusia sering angkuh dan sombong dengan kelebihan dan potensi yang Allah berikan. Mereka bangga dengan segala prestasi yang diperoleh di dunia dan menganggap tidak ada sesuatu pun yang dapat membinasakan mereka. (QS al-Ankabut [29]: 41).
7.       Ketujuh, manusia himar (seperti keledai). Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah diibaratkan seperti keledai. Mereka telah diberikan panduan, tetapi tidak mengambilnya. Suatu kerugian yang besar bagi manusia yang telah mengenal Allah, tetapi kemudian mendustakannya. (QS al-Jumu’ah [62]: 5).

Dan yang terakhir atau
8.       kedelapan dalam pandangan Alquran, yakni manusia khasyab(seperti kayu). Manusia sering bersikap tidak jujur dan hipokrit. Mereka hanya mengejar dunia dengan kemewahan, keseronokan, dan kecantikan yang bersifat sementara. Nilai ini dianggap penting dan dipandang tinggi oleh manusia, tetapi bukan suatu yang bermakna di sisi Allah SWT sehingga Allah umpamakan seperti kayu. (QS al-Munafiqun [63]: 4). 

Demikianlah secara gamblang Allah SWT telah memberikan predisposisi negatif terhadap manusia yang enggan menggunakan seluruh potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Mari sama-sama kita berharap sembari berusaha dan berdoa agar predisposisi negatif yang telah Allah lukiskan kepada manusia di dalam Alquran terjauhkan dari sifat dan karakter yang ada dalam diri kita.


Sabtu, 11 Juni 2016

BOLA MATANYA KEKANAN DAN KEKIRI

BOLA  MATANYA  KEKANAN DAN KEKIRI 
(guruku kelas satu dan kelas dua)
Aku takut sekali hukuman apa yang akan kuterima, aku hanya tertunduk saat itu, dengan perasaan sangat takut dan was-was. Tetapi tidak, guruku itu berkata pada teman sebangkuku yang sedang menangis  itu  “jangan menangis ini ibu ganti yang baru kertas gambarnya yang bersih, yang tidak ada lagi coretannya”, dan bola matanya bergerak kekanan dan kekiri berbolak-balik wajahnya mengarah padaku.  Dia tidak memarahiku, tidak juga membentakku. Tidak juga  mencubitku, tidak juga menghukumku, tidak juga mempemalukanku. Sejak itulah aku berjanji tidak akan melakukannya lagi,betapa aku sangat malu dengan kenakalanku itu. Entahlah saat ini kerinduanku  terasa sangat pada guruku itu. Guru yang mendidikku kelas 1 dan berlanjut kelas 2 SD . Kerinduan yang telah lama, peristiwa itu sangat membekas pada jiwaku, aku selalu teringat pada pristiwa itu, setap kali aku ingat aku sangat ingin bertemu guruku itu melihatnya, mengetahui keadaannya, menghadiahkan sesuatu tanda terimakasihku. Akan kukatakan padanya bahwa aku mengikuti jejaknya menjadi guru. Teladan darinya dalam menghukum siswa menjadi inspirasiku. Kehalusan budi dan kelembutannya, suasana belajar penuh  keceriaan, kegembiran, penuh warna.  Sehingga aku selalu menunggu hari-hari untuk sekolah, bertemu dengan guruku dan teman-temanku. Jika itu liburan maka hari-hari itu adalah hari-hari yang membosankan bagiku, hari-hari yang sepi yang menyiksa karena sedikit tawa dan hampir tak ada permainan, tak ada nyanyi bersama dengan teman, tak ada persaingan tak ada lomba, tak ada adu kemampuan bisa membaca cepat, atau mencongak. Akan ada hadiah  pulang duluan kalau bisa memjawab pertanyaan buguru atau siapa yang duduk paling rapi atau paling tertib setelah membaca do’a pulang. Percaya diri tinggi sekali bila dapat melaksanakan ujian berdiri diatas meja melaksanakan sholat dengan bacaan nyaring. “Wah bagus sekali sudah lancar silahkan istirahat duluan dan boleh jajan”.  Sangat berkesan, betul-betul sangat berkesan. Namamu Nurhayati.  aku jadikan  salah password emailku. Ya nama ku maknai benar-benar  telah memberikan cahaya kehidupan untukku yang menuntunku,mengawali tindakan bijak aku kecil kelas satu penuh warna, gembira, ceria. Menjadi referensi ketika kini aku  bertugas untuk anak-anaku dan siswa-siswaku.  Ya Allah beri aku kesempatan untuk bertemu dengannya.